Oleh: jemaatsamaria | Agustus 18, 2012

Membangun Relasi Yang Utuh Dengan Allah

Membangun Relasi Yang Utuh Dengan Allah

(Mazmur 147:12-20)

Allah adalah kasih, karena itu Ia mengasihi kita dengan kasih yang kekal. Tetapi Allah juga adil, karena itu tidak sekali-kali membebaskan orang yang bersalah dari hukuman. Ada saat Allah murka karena dosa umat-Nya, tetapi ada saat la menunjukkan kemurahan hatiNya. Allah telah membuang umat Israel ke negeri yang jauh, keluar dari negeri yang Dia janjikan kepada mereka. Namun kemudian Ia memulihkan mereka dan memulangkan mereka ke Yerusalem sehingga mereka bisa kembali membangun Yerusalem, mendirikan Bait Allah, dan menyembah Dia di sana.

Mazmur 147 adalah saksi atas kemurahan Allah sehingga umat Israel mampu membangun kembali kota Daud itu (ay.2). Bukti bahwa Allah memulangkan umat ke tanah perjanjian dan memampukan mereka untuk membangun Yerusalem menunjukkan bahwa Ia dapat dan berkuasa melakukan pemulihan (ay.3). Pada (ay.1) mazmur ini menjadi pusat berita bagi keseluruhan mazmur ini, “Sungguh, bermazmur bagi Allah kita itu baik, bahkan indah, dan layaklah memuji-muji itu”. Allah bukan saja murah hati, tetapi juga Maha Kuasa. Ia berkuasa atas alam raya, tetapi tidak segan-segan menunjukkan pemeliharaan-Nya kepada makhluk lemah, seperti anak burung gagak yang tak diperhatikan induknya (ay.9).

Di dalam kasih dan kuasa-Nya, Allah tidak menyukai orang yang bersandar pada kekuatan sendiri, entah itu kekuatan fisik, finansial, atau kekuatan relasi dengan orang-orang berkuasa. Tuhan suka kepada orang-orang yang memiliki kekuatan yang berlandaskan pada iman kepada Dia (ay.10-11). Maka secara khusus, Allah menyatakan firman-Nya kepada umat (aya.19-20). lni adalah berkat istimewa yang tidak didapat bangsa lain. lni memperlihatkan bahwa semua yang Allah lakukan bagi umat, bukanlah sebuah pertunjukan kekuasaan. Dengan memberikan firman-Nya, Allah menunjukkan bahwa sesungguhnya Ia menginginkan hubungan yang hidup antara Allah dan umat-Nya. Allah memang ingin menunjukkan kuasaNya dalam hidup kita, tetapi la juga ingin berkomunikasi dengan kita. Masalahnya kebanyakan orang merasa membutuhkan Allah hanya pada saat-saat genting saja, tetapi tidak mau membuka diri terhadap Dia dalam keutuhan hidup di sepanjang waktu. Kiranya kita tidak jadi orang yang demikian. Tetapi bangunlah relasi yang utuh dengan Allah.

 Pdt. Dermawisata. J. Baen, S.Th. PendetaResort GKE Palangka Raya Hilir

(Sumber : http://msgke-kalteng.org)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: