Oleh: jemaatsamaria | Agustus 17, 2012

Kemerdekaan Dari Allah

Kemerdekaan Dari Allah

(Galatia 5:1-15)

Bersyukur hari ini bangsa kita kembali merasakan HUT kemerdekaannya. Merdeka identik dengan kebebasan, tetapi merdeka tidak berarti semua orang bebas bertindak sesuka hati. Di dalam kemerdekaan justru hak dan tanggung jawab semakin jelas. Karena itu, merdeka berarti semua orang memperoleh hak-haknya sebagai manusia, dimana tiap orang hidup tanpa tekanan, namun tetap dalam aturan norma yang berlaku. Kebebasan juga menyangkut seluruh eksistensi hidup kita sebagai manusia. Penulis surat Galatia 5 :1-15 menegaskan perlunya keseimbangan antara kebebasan dan tanggung jawab. Paulus menasihati sehubungan gaya hidup jemaat Galatia yang mulai bebas tanpa batas, serta mengabaikan nilai dan norma hukum dan etika. Bagaimana bentuk kebebasan yang sesungguhnya agar kita benar-benar mendapatkan hikmah dari sebuah kemerdekaan. Paulus mengungkapkan bahwa ada suatu kemerdekaan yang total melingkupi tubuh dan jiwa, yakni penebusan Yesus Kristus di kayu salib. Penebusan ini memungkinkan setiap orang merasakan kemerdekaan yang sempurna. Karena kemerdekaan yang dilakukan Yesus adalah pembebasan dari kuasa dosa yang merupakan akar dari segala kejahatan. Pembebasan dari kuasa dosa adalah kunci utama seseorang dapat benar-benar merasa merdeka baik secara fisik maupun mental. Oleh karena itu kemerdekaan di dalam Kristus adalah kemerdekaan yang disertai rasa tanggung jawab, menikmati apa yang menjadi hak kita tetapi juga tidak lupa untuk memenuhi kewajiban. Bagaimana supaya kita dapat berada dalam keseimbangan ini, Rasul Paulus menuliskan supaya kita sungguh-sungguh merdeka, maka Kristus telah memerdekakan kita (ay.1). Penegasan Paulus ini menarik, sebab pada umumnya proses kemerdekaan diperoleh dari hasil perjuangan. Tetapi kemerdekaan Kristen adalah kemerdekaan yang diperoleh secara Cuma-Cuma (Anugerah Allah) bukan hasil dari usaha manusia. Apakah karena Cuma-Cuma, kita mengisinya dengan perbuatan-perbuatan dosa? Sekali-kali tidak ! Memang kita telah dipanggil untuk merdeka. tetapi janganlah kemerdekaan itu dipergunakan sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa (bdk.ay.13).

Dengan demikian apabila seseorang salah mempergunakan kemerdekaan, berarti ia telah membuat anugerah Tuhan menjadi sia-sia. Kita tidak berjuang sendiri untuk memperoleh kemerdekaan dari kuasa dosa, karena perjuangan itu telah diambil alih oleh Kristus untuk kita, la sendiri telah menanggung dosa kita, la dihina, disesah bahkan dibunuh dikayu salib seperti hukuman kepada seorang penjahat demi membebaskan dan memerdekakan kita dari kuasa dosa dan maut. Sebagai orang-orang yang telah dibebaskan dan dimerdekakan oleh Tuhan Yesus Kristus kita memiliki tanggung jawab terhadap sang pemberi kemerdekaan itu, yang berarti kita dituntut untuk melakukan apa yang menjadi kewajiban kita baik terhadap sesama maupun kepada Tuhan.

Pdt. Dermawisata. J. Baen, S.Th. Pendeta Resort GKE Palangka Raya Hilir

(Sumber : http://msgke-kalteng.org)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: