Oleh: jemaatsamaria | Agustus 17, 2012

Persahabatan Yang Sejati

Persahabatan Yang Sejati

(2 Samuel 19:31-39)

.

Barzilai adalah seorang tua yang kaya. Meski telah berusia delapan puluh tahun, namun ia tetap memiliki sikap murah hati dan penolong. la memperhatikan semua kebutuhan raja dan pasukan pengiringnya selama Daud dalam pengungsian di Mahanaim (ay.32). Ketika Daud berangkat pulang dari pengungsiannya menuju Yerusalem, Barzilai juga ikut mengantar Daud dan pasukannya hingga di tepi sungai Yurdan (ay.31). Sebagai bentuk ucapan terima kasih, Daud mengajak Barzilai untuk ikut bersamanya tinggal di iatana raja di Yerusalem. Namun Barzilai, bukanlah orang yang gila jabatan dan kehormatan. Yang ia inginkan dari Daud hanyalah sebuah persahabatan yang sejati. Karena itu ia menolak tawaran Daud dengan alasan kondiainya yang sudah tua dan tidak produktif lagi sehingga hanya akan menjadi beban bagai raja. Untuk menghargai niat baik raja, Barzilai meminta agar Daud berkenan membawa Kimham ikut dengannya ke Yerusalem dan memperlakukannya sesuai apa yang baik menurut pandangan raja. Pemiintaan Barzilai dikabulkan, dan Daud berjanji akan memperlakukan Kimham sebagaimana memperlakukan Barzilai sendiri. Sungguh indah persahabatan antara Daud dan Barzilai.

Terciptanya persahabatan tentunya karena ada faktor lain yang menjadi alasan kuat untuk bersahabat, yang melebihi keuntungan secara materi yang diperoleh kedua belah pihak. Dan faktor itulah yang dipertimbangkan oleh Daud dan Barzilai. Terciptanya persahabatan antara Daud dan Barzilai bukan karena Barzilai telah membantu bahan makanan bagi Daud dan pasukannya selama masa pengungsian dari ancaman pasukan Absalom. Bagi Daud tidak sulit untuk menggantikan semua biaya yang telah dikeluarkan oleh Barzilai. Tetapi Daud tidak melakukannya, karena yang dibutuhkan Daud adalah seorang sahabat yang mau peduli dalam susah dan senang. Persahabatan Daud dan Barzilai menjadi inspirasi bagi kita. Persahabatan yang sejati tercipta oleh karena adanya kasih diantara orang yang menjalin persahabatan itu. Amsal 17:17 berkata: “Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran. Pernahkah anda merasakan persahabatan yang sejati? Kalau belum, mulailah sekarang juga. Menjalin persahabatan yang sejati dapat dilakukan dengan siapa saja, asalkan kita benar-benar melakukannya dengan tulus, maka ia akan menaruh kasih kepada kita setiap waktu dan menjadi saudara kita dalam suka dan senang.

 Pdt. Dermawisata. J. Baen, STh. PendetaResort GKE Palangka Raya Hilir

(Sumber : http://msgke-kalteng.org)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: