Oleh: jemaatsamaria | Juni 8, 2012

Dua Pilihan : Berkat Atau Kutuk

Ulangan 28:15-16                                                                                                  Jumat,08 Juni 2012

Dua Pilihan : Berkat Atau Kutuk

Dalam nas ini, Musa memperhadapkan umat Israel pada kenyataan akan terjadinya kutuk. Kutuk adalah kebalikan dari berkat, yang akan berlaku atas umat Israel. “Tetapi jika engkau tidak mendengarkan suara TUHAN, Allahmu dan tidak melakukan dengan setia segala perintah dan ketetapanNya, yang kusampaikan pada hari ini, maka segala kutuk ini akan datang kepadamu dan mencapai engkau (ulangan 28 :15). Dan ayat ini jelas bahwa kutuk itu akan terjadi oleh karena kesalahan diri sendiri, yang tidak mau mendengarkan suara TUHAN dan tidak melakukan dengan setia segala perintah dan ketetapanNya. Padahal, perintah dan ketetapan TUHAN itu, berguna bagi kebaikan, kesejahteraan, bahkan keselamatan kita.

Kutuk itu berlaku bagi seluruh bangsa, keluarga dan perorangan, dimanapun mereka berada, balk di kota mau pun di ladang. Kutuk tersebut menimpa : persediaan makanan, keturunan, hasil bumi dan temaknya, pada waktu mereka masuk dan keluar tanah kanaan, dan usaha mereka. Kutuk tersebut juga dalam bentuk berbagai penyakit, kekeringan karena kemrau panjang, hama penyakit gandum, hujan debu dan abu, dan dikalahkan oleh musuh. Itu Minya seluruh lini atau bidang kehidupan umat, tidak lepas dari kutuk, jika mereka tidak mendengarkan suara TUHAN, Allahnya dan tidak melakukan dengan setia segala perintah dan ketetapanNya

Kalau ditanyakan kepada kita pada dua pilihan, apakah kita ingin berkat atau kutuk. Penulis yakin pasti kita semua menjawab : saya ingin berkat. Buktinya setiap kali kita berdoa, maka kita mohon diberkati. Karena berkat mendatangkan kebaikan, sebaliknya kutuk adalah bencana atau celaka. Kita semua tidak mau kena bencana atau celaka. Sebab bencana atau celaka setalu mendatangkan kesukaran bahkan penderitaan. Namun yang mengherankan, meskipun kita semua memilih berkat, tidak jarang dalam realitas hidup sehari-hari kita Iebih senang kepada kutuk. Buktinya, apa yang dilarang atau tidak berkenan kepada firman Tuhan, itu yang dengan gampang atau dengan senang kita lakukan. Sebaliknya apa yang mendatangkan berkat, kita agak malas dan berhitung. Akhirnya, karena realitasnya kita senang pada kutuk, maka sudah tentu membawa bencana dalam kehidupan kita. Sebagai contoh : Ada orang yang pekerjaannya hanya mabuk-mabukan setiap hari. Padahal firman Tuhan dengan jelas mengatakan : Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu” (Et 5 : 18). Akhirnya apa yang terjadi?

1.Maka terkutuklah bakulmu dan tempat adonanmu (UI. 28 : 17). Artinya kekurangan persediaan bahkan bahan makanan, karena penghasilan habis untuk minuman anggur. Atau kekurangan persediaan makanan, karma tidak dapat bekerja oleh kemabukan.

2.Berbagai penyakit (ay. 21, 22) menggerogoti tubuhnya. sehingga ia pun menjadi binasa.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: