Oleh: jemaatsamaria | Mei 30, 2012

Mari mempersiapkan Media Ibadah Dengan Baik !

Renungan : Rabu, 30 Mei 2012 (Keluaran 38:1-20)

Mari mempersiapkan Media Ibadah Dengan Baik !

Dalam perayaan natal tahun lalu, bersama pemuda, kami menonton film rohani dengan judul Facing The Giant, yang menceritakan sebuah tim yunior (football Amerika) yang mustahil menang, ketika melawan tim seniornya. Ada satu kalimat pelatih yang mengesankan saya, katanya: “Tugasmu adalah menyiapkan, hasil akhirnya serahkan pada Allah”. Saya rasa perkataan dari film di atas, sangat cocok sebagai pengantar memahami nast ini.

Nast ini berbicara tentang tiga benda yang merupakan media dasar dan cukup penting dalam peribadatan Israel, yaitu pelataran (ayat 9-20), bejana pembasuhan (ayat 8), dan mezbah korban bakaran (ayat 1-7).

Pertama, pelataran (ayat 9-20) semacam pintu gerbang untuk memasuki kemah pertemuan. Pelataran ini dimaksudkan sebagai area persiapan memasuki kemah pertemuan dan tempat pembasuhan diri.

Kedua, bejana pembasuhan diletakan di depan pintu Kemah Pertemuan, untuk maksud pembersihan diri sebelum memasuki kemah pertemuan itu. Mengandung makna penyucian diri.

Ketiga, Mezbah Korban bakaran merupakan tempat untuk melakukan upacara korban. Upacara yang memiliki makna penebusan dosa, pendamaian dengan Allah dan ucapan syukur.

Sebagaimana benda-benda Kemah suci lainnya, ketiga benda ini dibuat secara detail dan teliti, dengan maksud dikhususkan bagi Allah. Kemah ini kadang disebut dengan Kemah Pertemuan, karena ia dianggap sebagai tempat Allah berdiam; jika umat Israel ingin bertemu Allah maka kesanalah mereka pergi. Dalam Pertemuan ini, upara pembakaran korban dapat dianggap merupakan ibadah inti yang menandakan adanya pemulihan hubungan antara manusia dengan Allah. Mengingat maksud di atas, maka ketiga benda ini merupakan alat atau media yang memang harus disediakan dalam upacara pendamaian.

Dalam hal ini, agaknya penting bagi gereja untuk secara serius memikirkan kelengkapan sarana ibadahnya, untuk tujuan lebih mendekatkan umat dengan Allah. Saya memandang positif dengan disediakannya alat musik dan LCD proyektor dalam gereja, sebagai alat kelengkapan ibadah. Namun, apalah artinya alat canggih ini, jika para petugasnya tidak sungguh-sungguh mempersiapkan diri. Nada lagu salah atau teks liturgi salah misalnya, membuat jemaat menggerutu, akhimya jemaat beribadah kurang konsentrasi.

Media ini memang merupakan alat bantu, ia tidak memiliki arti apa-apa jika tidak diisi iman didalamnya. Sebagaimana kutipan kalimat pelatih dalam film di atas, bahwa tugas kita adalah menyiapkan sarana ibadah dengan serius dan baik, hasil akhirnya serahkan pada Allah. Sehingga, mempersiapkan dan memperlengkapi para petugas ibadah dengan media yang baik adalah tugas gereja. Media dan petugas ibadah ada, dengan tujuan untuk melayani kebutuhan jemaat dalam mengarahkan serta mempertemukan mereka dengan Allah.

Tugas kita hanya menyiapkan dengan seteliti dan sebaik mungkin, hasil iman dalam diri umat serahkan pada Allah. Tapi dengan persiapan yang baik, niscaya akan mendapatkan tangkapan iman yang baik pula.

Mari mempersiapkan alat kelengkapan ibadah dengan baik! Karena dalam tindakan ini kia sedang mengarahkan umat untuk bertemu dengan Allah secara pribadi.

Oleh : Pdt. Evi Nurleni,STh, M.Si-Dosen Universitas Palangka Raya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: