Oleh: jemaatsamaria | Mei 28, 2012

Mari Bermimpi : Menuju Gereja yang Bersatu dan Bertekun

Renungan : Senin, 28 Mei 2012 (Kisah 2:41-47)

Mari Bermimpi : Menuju Gereja yang Bersatu dan Bertekun !

Ketika membaca nast ini membuat saya teringat akan idea demokrasi yang dimimpikan Plato. Plato memandang idealnya Negara itu harus seperti polis; di mana individu di dalamnya bebas dan merdeka. Jadi, demokrasi yang ideal adalah demokrasi yang memberikan kebebasan dan kemerdekaan penuh bagi individu. Namun, pertanyaannya, Adakah manusia yang dapat disebut betul-betul merdeka dan bebas? Lihat dalam jalannya demokrasi Indonesia, misalnya (red). Walaupun sepertinya mimpi, demokrasi tetap merupakan idea idaman masyarakat

Baiklah… kenapa saya katakan nast ini mirip idea Plato? Sebelum sampai ke sana, kita lihat dulu nastnya.

Pertama, dalam ayat 41-42, Jemaat perdana terdiri dari para individu yang sangat bertekun, lihat perkataan : menerima perkataan… memberi diri dibaptis…(3000 jiwa)… bertekun dalam pengajaran… persekutuan…berkumpul… memecahkan roti dan berdoa. Ini luar biasa, sekitar 3.000 atau mungkin lebih individu yang dapat bersekutu dan bersatu hati.

Kedua, ayat 44-45, Jemaat perdana ini terdiri para individu berhati mulia. Terlihat dalam perkataan: tetap bersatu…kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama….menjual harta miliknya, lalu membagi kepada semua orang sesuai keperluan masing-masing. Ini amazing, terdapat banyak individu yang dapat berbagi dengan murah hati kepada sesama.

Ketiga, ayat 46-47, Jemaat perdana ini terdiri dari para individu yang sangat patuh. Terlihat dalam perkataan: bertekun…dan..sehati… berkumpul tiap hari di Bait Allah… memecah roti secara bergiliran… makan bersama dengan gembira dan tulus hati.  Ini menakjubkan, semua individu menerima Allah dengan gembira dan tutus hati setiap hari.

Terakhir, ayat 48, buah dari ketekunan dan persekutuan mereka, jemaat perdana ini menjadi komunitas individu yang disukai semua orang dan tiap hari jumlah mereka bertambah banyak. Saya menjadi merinding membayangkan situasi jemaat perdana ini. Kenapa jumlah mereka cenderung bertambah setiap hari? Ibarat semut, dimana gula berada di situ semut berkumpul.

Nah, kondisi jemaat perdana inilah saya anggap merupakan idea Jemaat TUHAN. Kondisi jemaat paling ideal yang menjadi tujuan dibentuknya jemaat kepunyaan Allah itu. Jemaat yang berisi para individu yang bertekun, berhati mulia, sangat patuh dan disukai semua orang (bangsa). Dan kenapa ini menjadi idea, karena sulit menemukan ada jemaat masa ini, dalam kondisi seperti di atas. Jangankan 3000 orang bersatu, perkumpulan 100 orang saja, sangat mungkin terdapat perpecahan. Jangankan menjual harta milik, melihat kantong persembahan dan amplop sumbangan banyak, sangat mungkin memunculkan sungut-sungut. Jangankan tiap hari ke Bait Allah dengan gembira, dua jam ibadah saja, masih ada yang tidak menyempatkan diri hadir.

Mungkin saja terdapat individu yang berdalih, karena jemaat saya nggak enak; jemaat saya nggak asik Itu biasa! Anggap saja keluhan demikian sebagai kesempatan untuk memeriksa ke dalam dan memperbaiki diri. Perbaikan perlu dilakukan, untuk mendekati kondisi ideal seperti yang digambarkan dalam Jemaat mula-mula ini. Bukankah indah jika semua individu mengarahkan hasil akhir dari kehidupan rohaninya menjadi seperti individu dalam jemaat mula-mula ini?

Tidak ada salahnya juga bermimpi, karena manusia yang hidup tanpa mimpi adalah manusia yang hidup tanpa cita-cita. Tetapi terlalu banyak bermimpi juga berbahaya, karena dapat membuat kita tidak realistik. Ya…. mimpi yang realistik lah!

Mari bermimpi: menuju jemaat yang bersatu dan bersekutu! Tapi harus diimbangi juga dengan berbuat “sesuatu”!

Oleh : Pdt. Evi Nurleni,STh, M.Si-Dosen Universitas Palangka Raya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: