Oleh: jemaatsamaria | Mei 15, 2012

Trend Minyak Urapan

Renungan : Selasa 15 Mei 2012 (Keluaran 30:22-23)

Kita tentu sering saksikan secara langsung bahwa pada jaman sekarang ada gereja-gereja dari berbagai kalangan melakukan praktek minyak urapan, bahkan ada gereja yang secara khusus menggunakan minyak urapan sebagai Trade mark (merk dagang) gerejanya. Minyak urapan dibuat entah bahannya dari apa kita tidak tahu, yang jelas bukan bahan­bahan pilihan seperti yang tertulis di kitab keluaran 30:23-24, dan jelas bukan minyak nar­wastu mumi yang sangat mahal harganya. Kemudian minyak ini diisi dalam botol-botol kecil kemudian dibagi-bagikan kepada jemaatnya. Minyak ini dipercaya dapat membawa berkat kelancaran usaha dan untuk menyembuhkan berbagai penyakit, untuk mendapatkan jodoh, untuk mendapatkan pekerjaan dll. Apakah ini sesuai dengan pengajaran Alkitab atau bukan? Sekalipun ajaran itu dikatakan berdasar firman Allah, marilah kita melihat apakah firman Allah benar-benar mengajarkan hal itu atau tidak. Memang dalam Perjanjian Lama ada cerita tentang ‘Minyak Urapan’ namun pengertiannya beda sekali dengan suatu teologia pemimpin suatu Gereja yang menjalankan sesuatu hal dengan memberikan “MINYAK URAPAN” tersebut.

Perlu kita tekankan bahwa arti ‘minyak’ dalam PL dan PB berbeda. Dalam PL minyak itu adalah alat kudus untuk mengurapi dan mentahbiskan Bait Allah atau para Imam/ Raja, sedangkan dalam PB minyak hanya alat bantu sebagai lambang dalam proses pen­yembuhan. Jadi, praktek masakini yang menjadikan minyak sebagai kekuatan suatu mujizat yang bisa digunakan sewaktu-waktu di rumah oleh siapapun untuk kebutuhan apapun jelas tidak sesuai dengan ajaran PL maupun PB dan itu melecehkan peran karya penebusan Kris­tus dan karya pengudusan Roh Kudus, dan menggantinya dengan khasiat jimat ‘minyak ura­pan. ‘ Karenanya, kita harus berhati-hati terhadap setiap orang dengan ajaran-ajaran baru yang kelihatannya menarik dan berdasarkan firman Allah padahal merupakan praktek perdu­kunan dengan dukun yang menjadikan dirinya tokoh kultus yang biasa memberitakan janji-janji penghiburan, yaitu agar dapat hidup sehat sentosa, agar tidak mengalami kecelakaan dan bebas dari marabahaya berkat minyak urapan. Sebab itu, firman Tuhan katakan: “Janganlah dengarkan perkataan para nabi yang bernubuat kepada kamu! Mereka hanya memberi harapan yang sia-sia kepadamu, dan hanya mengungkapkan penglihatan­-penglihatan rekaan hatinya sendiri, dan bukan apa yang datang dari mulut TUHAN; mereka selalu berkata kepada orang-orang yang menista firman TUHAN: Kamu akan selamat! Dan kepada setiap orang yang mengikuti kedegilan hatinya, mereka berkata: malapetaka tidak akan menimpa kamu!” (Yer.23:16-17)”Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memaiingkan telinganya dari kebena­ran dan membukanya bagi dongeng.” (II Tim.3:3-4). God Bless Us.

Oleh : Pdt. Agustiman J. Namang, Pendeta Resort GKE Pangkoh


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: