Oleh: jemaatsamaria | Mei 29, 2012

Mari Mengkhususkan Milik dan Keahlian Bagi Allah

Renungan : Selasa, 29 Mei 2012 (Keluaran 37:25-28)

Mari Mengkhususkan Milik dan Keahlian Bagi Allah

Nast ini sulit buat saya, karena informasinya sangat pendek, namun detail. Nast ini hanya berbicaa tentang sebuah benda yaitu Mezbah Pembakaran Ukupan. Sebelum mencari makna mezbah ini, ada baiknya perlu diketahui: apa sih ukupan itu (bhs lbraninya q’toret)? Dalam bahasa Indonesia, ukupan adalah wangi-wangian yang dibakar untuk tujuan mengharumkan pakaian atau ruangan. Patut diduga, tindakan membakar ukupan itu dimaksudkan sebagai pengharuman atau pengkudusan diri (imam) di hadapan Allah.

Ensiklopedi Alkitab menyebutkan bahwa persembahan ukupan merupakan persembahan mahal, yang intinya adalah pengakuan (dan juga pengagungan.red) akan Allah. Hanya imam yang diperbolehkan mempersembahkan korban ukupan ini. Sehingga, patut diduga bahwa pembakaran ukupan oleh para imam ini dilakukan sebelum kegiatan mempersembahkan korban bakaran. Dalam nast yang lebih kemudian, ukupan dapat dilambangkan sebagai doa kepada Allah (lih. Mzm 141:2). Sehingga, ukupan in dapat bermakna persembahan yang mengharumkan nama Allah.

Jika demikian pentingnya arti pembakaran ukupan tersebut, maka sangat wajarlah jika pemberitahuan tentang cara pembuatan mezbah pembakaran ukupan ini harus sangat detail dan khusus. Dibuat dengan cara khusus (ukupan yang tepat), dan terbuat dari bahan yang khusus (mahal: kayu penaga dan emas murni). Harus dibuat dalam kesesuaian antara apa yang diperintahkan dengan apa yang dihasilkan (antara konsep dan benda.red). Sehingga, mezbah ini dapat dimaknakan sebagai persembahan bendawi yang dikhususkan bagi Allah, itu sebabnya ia menjadi kudus.

Perintah pembuatan mezbah ini memang harus singkat dan detail, untuk menghindari kesalahan tafsir si pembuat. Semua bahan dibuat selaras atau sarupa dan tak bersambung, disalut dan dirancang dengan hati-hati. Menandakan bahwa mezbah ini diolah oleh pekerja yang berhati khusus dan berkeahlian yang khusus pula. Sebab, hanya para pekerja yang demikian yang dapat melakukan perintah dengan detail dan sangat tepat. (bnd. Proyek pembangunan jalan aspal masa kini, pekerja mengurangi lebar jalan sekian inci dan kesepakatan, untuk keuntungan inci dikalikan panjang jalan. Jika yang dikerjakan 1000 KM, berapa uang Negara yang dicuri? Think!). Para pekerja mezbah adalah mereka yang dengan sengaja mengarahkan hati dan tenaganya untuk menyelesaikan benda milik Allah. Sehingga, hasil terbaik adalah tujuan utamanya.

Apa makna yang dapat kita tangkap dari nast ini. Pertama, persembahan bagi Allah, dari benda milik kita, harus bersifat khusus. Sebab, dalam kata khusus indah terdapat makna kekudusan itu. Maksudnya, bahwa persembahan kita bagi gereja dalam bentuk apapun itu, harus merupakan benda yang layak untuk dikhususkan, dipersiapkan dengan matang dan terencana. Karena dengan demikian persembahan kita memang berasal dari hati yang bersedia memberi, bukan sekedar karena kewajiban semata-mata. Kedua, dalam pekerjaan Allah, ternyata kita perlu mendayagunakan para ahli di bidangnya atau kaum profesional. Ide saya–maaf jika salah…. Bukankah akan baik, jika pengurus keuangan jemaat kita itu, memiliki dasar tentang keuangan dan pembukuan yang sehat (sarjana akutansi, mungkin)? Tentu saja yang utama dalam pekerjaan Allah adalah mereka yang berhati khusus atau kudus. Namun, keahlian khusus ditambah dengan hati yang kudus merupakan paduan yang luar biasa. Para Profesional yang beriman.

Mari mengkhususkan milik dan keahlian kita bagi Allah! Karena untuk itu kita dipanggil dalam berbagai-bagai jenis pekerjaan.

Oleh : Pdt. Evi Nurleni,STh, M.Si-Dosen Universitas Palangka Raya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: